AKANKAH HANYA SEBUAH CERITA BAGIKU???

Gw adalah anak kota, dimana gw dilahirkan di kota besar yang udah bising dengan kendaraan bermotor walaupun dulu waktu gw masih kecil masih jarang kendaraan bermotor, gak kayak sekarang…. so bisa dibayangkan , gw ga pernah alias jarang buat bersatu dengan alam, yah paling juga ke taman bermain waktu gw kecil. Keluarga nyokap gw asli dari kota, sedangkan ayah gw dari desa cm dari keluarga kecil n dari dulu sewaktu kecil dah berkelana ke kota so dah jarang keluarga ayah gw yang didesa.
Sejak kecil gw paling senennngggg bangettttt…. dengerin cerita ayah gw tentang desa n masa kecilnya,,hal yang so amazing buat gw yang anak kota hahahaha… maklum masa kecil kan masa penuh “dream” ,, beliau cerita mengenai sawah dan bermacam-macam hewan di sawah yang subur dengan aliran airnya yang bening berasal dari sumber mata air buatan belanda yang gag pernah kering walaupun masa kemarau didesa dulu, hal yang keren apalagi saat musim hujan begini pastinya saat hujan banyak ikan yang keluar dari saluran irigasi sawah sehingga ayah gw yang suka bermain disawah dengan mudahnya mengambil ikan yang keluar dari kali atau saluran irigasi saat airnya meluap waktu hujan sambil “angon” bebek atau mengembalakan bebeknya di sawah karena bebekkan suka bangettt dengan air apalagi kalo dah musim hujan kayak sekarang… sambil makan ikan bakar hasil tangkapan nya,beliau menunggui bebeknya disawah…. dan diatas sawahnya itu banyak elang yang berterbangan saat hujan wowwwwww…. so amazing until now, I always dream about my father story.
Tapi apa dikata, saat gw dah mulai dewasa apa yang ayah gw ceritakan ke gw sangat berbalik 180° ,, sawah yang diceritakannya tidak sesubur dahulu,, tanahnya kering kerontang, tidak ada saluran irigasi yang dengan aliran airnya yang bening alias tidak terdapat air, apalagi ikannya dikali atau saluran irigasi hahaha.. mana bisa ikan hidup tanpa air… udaranya panas pula gag sejuk apalagi gw waktu itu sore ke sawah huummm… pokoknya ga ada yang menarik deh disana…. hanya tanah yang keras yang gw injak and sawah berpadi (kan ada sawah yang gak ada padinya,alias hanya hamparan tanah) yang hampir kering tanahnya. I say “ what is this?? where is the fertile land and with the water flow??”
yah yah yah hal ini sangat mungkin saja terjadi ,gak hanya di desa asal ayah gw tapi dimana pun….. awalnya subur jadi kering, yang sejuk jadi panas, yang amazing jadi so suck… yah semua bisa terjadi… karena apa??? karena kita membuat kerusakan dimuka bumi ini tapi lihatlah apakah tindakan kita saat ini atau sebelumnya telah mencerminkan seorang hamba Tuhan yang sadar dan mensyukuri apa yang ada didepannya dan yang dirasakan saat ini?? lihatlah kehidupan sehari-hari yang kita jalani saat ini take a simple dengan menghambur-hamburkan bahan bakar fosil yang semakin hari semakin berkurang karena konsumsi manusia seantero jagad dengan berjalan-jalan keliling kota untuk hal-hal yang tidak terlalu penting meskipun dengan alasan mumpung harga BBM lagi turun jadi gw jalan-jalan dunk pake motor… itu merupakan hal yang membuang-buang energy padahal kita sedang krisis energy dan ekonomi, meskipun itu hal yang sangat sepele dan kita sangat tidak memikirkan hal itu, apalagi dengan berjalannya satu kendaraan kita walaupun satu menit saja dijalan maka kita ikut menyumbangkan emisi kendaraan bermotor CO pada lingkungan serta zat-zat pencemar laen… coba kalo berjam-jam dan macet pula… memang tidak secara langsung Tuhan menurunkan akibat yang kita perbuat, tapi perlahan tapi pasti dan kalau bukan kita yang memulai saat ini lalu kapan dan siapa lagi?? apakah makhluk luar angkasa yang datang ke bumi???, sedangkan kita adalah makhluk yang menempati bumi ini dengan segala kesempurnaan dariNya yang diberi akal pikiran serta hati nurani, apakah karena kita sudah kehilangan Hati Nurani untuk tidak menjaga apa yang harusnya kita jaga???
Sungguh ironi melihat kemajuan jaman dengan banyak penemuan teknologi yang mempermudah kerja setiap insan manusia tetapi tidak diimbangi dengan rasa menyayangi dan melindungi apa yang harus kita lindungi selama ini, dialah alam… karena Tuhan menciptakan alam agar tercapai keseimbangan bagi kehidupan kita sendiri.
Tuhan menciptakan teknologi untuk mempermudah kerja manusia dan bukan untuk merusak dan membinasakan alam akibat keserakahan dan ketidaksabaran manusia,mengapa Tuhan menciptakan kata-kata “proses” atau tidak dengan cepat untuk menghasilkan sesuatu terutama manusia yang ingin menghasilkan sesuatu harus melalui suatu proses?? agar manusia itu tahu dan sadar bahwa apa yang Tuhan ciptakan bukanlah suatu hal yang mudah bagi manusia, bahwa Tuhan menciptakan sesuatu dengan segala pertimbangan dan kesempurnaanNya.
Teknologi memang mempercepat suatu proses terutama proses produksi yang menghasilkan suatu barang atau mempercepat langkah kita dalam melakukan sesuatu, tapi apakah manusia itu sadar dan mengetahui bahwa segala sesuatu itu pasti ada untung dan ruginya, mungkin manusia belum menyadari sepenuhnya bahwa apa yang telah dilakukannya terutama memakai bahan-bahan kimia dapat merusak dan memperparah keadaan lingkungan, istilahnya sudah parah malah memperparah keadaan lingkungan alam.
Krisis pupuk yang dialami oleh petani membuat gw tertegun… betapa petani sangat ketergantungan pupuk, terutama pupuk buatan manusia dari hasil olahan bahan kimia… sedangkan kita tahu bahwa meskipun pupuk bahan kimia membuat tanaman subur tapi pupuk kimia hanyalah mengakibatkan kesuburan sementara bagi tanah dan tanaman… sedangkan dampaknya sangat berat dan panjang bagi lingkungan… menyedihkan, itulah yang terjadi sekarang… mungkin dahulu masyarakat desa ayah gw terlalu menggantungkan dengan pemakaian pupuk kimia dan pupuk kandang yang berlebihan sehingga inilah akibat yang terjadi pada desa asal ayah gw… dengan menggunakan pupuk kimia dan pupuk kandang berlebihan, maka akan merusak dan mengasamkan tanah sama dengan pencemaran udara yang dapat mengakibatkan hujan asam dan mencemari tanah dengan SO₂ , NO₂, NH₃ sehingga tanah yang sebenarnya bisa mengatur Ph nya sendiri lama kelamaan sulit mempertahankan ke buffer-annya ho..ho..ho selain itu jika bahan kimia ini masuk kedalam air maka akan membuat air tercemar dengan bahan kimia dan mengakibatkan bibit-bibit atau telur ikan menjadi mati karena panas yang dihasilkan oleh bahan kimia. hmm.. menyedihkan memang… tapi itulah yang dipilih oleh manusia, lebih cepat lebih baik meskipun akibat yang ditimbulkan sendiri sangat berdampak parah bagi lingkungan. Selain itu sumber air didesa ayah gw juga sudah tidak mengeluarkan air hmmm… kalau gw tanyakan ke ayah hal ini karena banyak pohon yang ditebangi di gunung di seberang desa ayah gw,, memang kalau gw amati diseberang desa ada pegunungan tapi memang gunungnya sudah berkurang pohonnya,, jarang gitu pohonnya sehingga lekuk tanah gunungnya terlihat dari jauh… hohoho… sehingga akar pohon yang seharusnya bisa mengikat air dalam tanah,sekarang ga ada lagi… menyedihkan bagi gw yang anak kota ternyata sekarang itu hanya sebuah cerita bagi gw… ga ada tanah yang subur dengan air yang mengalir jernih… im sorry God i cant do anything in ur real life to save my environment, im late….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: