Lemak Hewani Picu Kanker prostat

Penyakit yang paling ditakutkan kaum wanita adalah kanker payudara dan serviks (leher rahim). Pada pria, kanker prostat menjadi momok. Penyakit tersebut masih menjadi pembunuh utama dikalangan pria.
Apalagi, penyakit kanker prostat itu termasuk asimptomatis atau tidak ada gejala spesifik. Biasanya keluhannya berupa kesulitan buang air kecil, linu-linu dibagian paha dan punggung, tungkai lemah, dan kesemutan. Dalam kondisi stadium lanjut, ada beberapa pasien yang menderita kelumpuhan. Sebab, sel-sel kanker telah menekan sum-sum tulang belakang.
“gejala-gejala tersebut bisa juga pertanda penyakit lain. Ini yang mempersulit deteksi dini,”kata prof Dr dr Sunarjo Hardjowijoto SpB SpU, pakar bedah urologi RSU dr.Soetomo. “Saya menyarankan pasien untuk segera ke dokter bila mengalami gejala seperti tersebut,”lanjutnya.
Karena sulitnya deteksi dini, lanjut Sunarjo, kebanyakan pasien dating dalam kondisi terlambat. Alias sudah parah “Dalam kondisi stadium lanjut, tingkat kesembuhannya makin kecil”jelasnya. Sebab,tim medis akan membuang atau mengebiri pasien. Tujuannya,mencegah adanya hormone androgen (hormone yang dominan pada laki-laki,red). “Banyak penderita yang tidak mau bila dikebiri. Padahal, hal tersebut bisa memperparah kondisi tubuh,”lanjut guru besar unair itu.
Sunarjo mengatakan,ada beberapa kemungkinan pencetus kanker prostat. Salah satunya adalah pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya,konsumsi jenis masakan berbahan protein dan lemak hewani. Kondisi tersebut mempengaruhi kondisi prostat. “Makanan tinggi protein dan lemak hewani itu menjadi trigger (pemicu) kanker prostat,” jelasnya.
Kemungkinan lain adalah adanya faktor keturunan. Artinya, ada riwayat keluarga yang menderita kanker prostat. Kemungkinan itu berisiko dua kali lipat daripada yang tidak ada riwayat keluarga penderita kanker prostat. “Karena itu,kaum pria yang berisiko tinggi sebaiknya segera mengubah pola dan gaya hidup,”imbuhnya.
Gaya hidup sebaiknya diubah sejak dini sehingga lebih efektif mencegah terkena penyakit kanker prostat. “Penyakit itu juga sering diderita kaum lansia. Seseorang yang sejak muda menjaga pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat bisa mengurangi kemungkinan terkena penyakit itu,” papar sunaryo. Gaya hidup sehat tersebut,antara lain, tak merokok,olahraga teratur, dan tidak stress.”Perbanyak berpikir positif dan bersabar diri,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: